MUHAMMAD R AL BIRUNI

Berpacu menjadi yang terbaik

Motherboard, server, sefe mode

27 May 2012 - dalam kuliah Oleh muhammad-r-a-fst10

Kita mungkin sudah mengetahui bahwa didalam sebuah PC atau laptop terdapat Motherboard (mainboard). Motherboard (mainboard) merupakan sebuah papan rangkaian elektronik yang menjadi landasan dari komponen-konponen lainnya diantaranya processors, memori, video graphic acceleration (VGA), souncard dan lain-lain dalam slot-slot/soket yang tersedia. Penggunaan jenis processor akan sangat mempengaruhi pemilihan motherboard. Motherboard adalah tempat berlalu keluar masuknya data. Motherboard menghubungkan semua peralatan komputer dan membuatnya bekerja sama sehingga komputer berjalan dengan lancar. Hal ini di karenakan terdapat BIOS.

 Dalam dunia komputer, BIOS atau Basic Input-Output System, adalah suatu kode software yang ditanam di dalam suatu sistem komputer yang memiliki fungsi utama untuk memberi informasi visual pada saat komputer dinyalakan, memberi akses ke keyboard atau ke semua hardware dan juga memberi akses komunikasi secara low-level diantara komponen hardware, seperti untuk meload sistem operasi dari storage ke RAM.

Ketika PC atau Laptop sudah mengakses sistem, maka PC atau Laptop melakukan eksekusi pada master boot record. PC atau Laptop akan membaca siapa yang menguasai master boot record setelah membaca sistem operasi yang digunakan mesin. Setelah itu, beberapa informasi akan diangkat ke memori. RAM ini ternyata butuh untuk di charge dalam waktu beberapa microsecond, RAM juga dapat menentukan apakah suatu PC atau Laptop memiliki kecepatan yang rendah atau tidak.

Saat pertama kali membangkitkan suatu OS, komputer membutuhkan data dari harddisk. Hal ini karena jika komputer sering berkomunikasi dengan harddisk, maka kerjanya juga akan menjadi lambat, agar kerjanya menjadi cepat, beberapa data yang ada di harddisk dimasukkan ke RAM. Ketikaa pertama kali OS berjalan, yang dilakukanya adalah membaca register, saat pertama kali kita menghidupkan komputer, tampilan awal adalah tanda yang berputar,  pada saat itu Windows  sedang membaca register. Register merupakan titik awal sebuah pengeksekusian.

Untuk menjadi server, suatu komputer atau mesin harus memiliki karakteristik seperti keadaan mesin. Dan harus dapat diakses selama 24 jam, server merupakan mesin yang didedikasikan untuk memberikan respon yang diinginkan oleh user. Server tidak memberikan respon jika tidak ada request (perintah).

Server disini juga dapat bertugas untuk mendapatkan data. Maka dari itu biasanya sudah disediakan sistem operasi (OS) yang khusus dijadikan server. Namun OS khusus ini keamanannya terjamin dan memiliki sirkulasi udara mesin yang bagus, karena ketika berhadapan langsung dengan publik butuh pengamanan yang benar-benar ketat, maka data-data penting bisa di hack atau bahkan dapat dirusak oleh virus. Mesin server pada OS khusus ini memang dibuat sedemikian rupa sehingga tahan terhadap panas (tidak cepat panas), procesor khusus dengan kecepatan tinggi. Server berada di tempat yang tidak diketahui orang, namun fungsinya tetap harus berjalan dengan baik

Virus biasanya masuk di register, ketika virus dapat masuk pada register maka virus dapat di eksekusi saat windows aktif. Semua aplikasi yang berjalan pada komputer dapat dilihat pada task manager sehingga virus dapat dilihat di sini oleh sebab itu virus juga akan membunuh task manager. Task manager adalah utility dari windows yang sangat berguna terutama ketika program yang kita jalankan sedang not responding, tapi Kadang-kadang ketika komputer kita terserang virus task manager tidak bisa dijalankan karena di setting disabled oleh virus tersebut, untuk mengaktifkan kembali task manager kita bisa menggunakan REGEDIT. Untuk melihat service apa yang sedang bekerja pada safe mode maka pilih run kemudian klik service.  

Apabila ingin masuk pada safe mode, sebelum booting pada start up tekan F8 kemudian pilih “mode window”.

Safe Mode merupakan salah satu jalan pertama untuk mengatasi windows yang bermasalah. Ketika komputer bermasalah karena virus, installasi software, tidak kompatibel dengan program tertentu, atau permasalahan lain, biasanya bisa kita perbaiki dengan masuk ke Safe Mode, namun normal mode semua aplikasi yang telah diinstall telah siap untuk dijalankan salah satunya startup.

Sumber:

http://matamedia.blogspot.com/2007/09/motherboard-mainboard.html

http://berkreasi-yuuk.blogspot.com/2010/09/pengantar-teknologi.html

http://ricky1206.blogspot.com/2011/01/bios-adalah.html

http://indrayoga.wordpress.com/2009/02/18/mengaktifkan-task-manager-regedit-command-prompt/

http://ebsoft.web.id/perbaiki-safe-mode-bermasalah-dengan-safe-mode-fixer/

 



Read More | Respon : 1 komentar

1 Komentar

ivo maria sari

pada : 03 June 2012


"keren...
posting lgi artikel2 yang lebih banyak tentang hal baru dunia enginering

:)"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :