MUHAMMAD R AL BIRUNI

Berpacu menjadi yang terbaik

Artificial Intelligent

07 April 2013 - dalam kuliah Oleh muhammad-r-a-fst10

Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligent). Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence, AI) telah menjadi wacana umum yang sangat penting dan jamak dijumpai. Namun masih banyak menyisakan pertanyaan skeptis  tentang  ‘mesin berfikir’.

“Betulkah sebuah mesin dapat benar-benar berfikir dengan dirinya sendiri?”, atau “Jika benar-benar dapat berfikir sendiri, apakah proses berfikirnya sama dengan kita?”, dan   “Seberapa handal?”

Kecerdasan buatan adalah ilmu dan rekayasa yang membuat mesin mempunyai intelegensi tertentu   khususnya program komputer yang “cerdas”  (John McCarthy, 1956). Bagian dari ilmu komputer yang mempelajari  perancangan sistem komputer yang intelligent, yaitu suatu  sistem yang memperlihatkan karakteristik yang ada pada tingkah laku manusia, seperti mengerti suatu bahasa, mempelajari, mempertimbangkan  &  memecahkan  suatu masalah.

Dua bagian utama yang sangat dibutuhkan  untuk melakukan aplikasi kecerdasan buatan yaitu:

  • Basis pengetahuan (Knowledge Base), berisi fakta-fakta, teori, pemikiran dan  hubungan antara satu dengan lainnya.
  • Motor inferensi (Inference Engine), yaitu  kemampuan menarik kesimpulan  berdasarkan pengalaman

 

Konsep Kecerdasan Buatan

  • Turing Test – Metode Pengujian Kecerdasan  (Alan Turing). Proses uji ini melibatkan seorang penanya (manusia) dan dua obyek  yang ditanyai.
  • Pemrosesan Simbolik – Sifat penting dari AI  adalah bahwa AI merupakan bagian dari  adalah bahwa AI merupakan bagian dari ilmu komputer yang melakukan proses  secara simbolik dan non-algoritmik dalam  penyelesain masalah.
  • Heuristic – Menemukan (Yunani) Suatu  strategi untuk melakukan proses pencarian  (search) ruang problem secara efektif, yang memandu proses pencarian yang kita lakukan di sepanjang jalur yang memiliki kemungkinan sukses paling besar.
  • Inferensi (Penarikan Kesimpulan) AI mencoba membuat mesin memiliki kemampuan  berpikir atau mempertimbangkan (reasoning), termasuk didalamnya proses (inferencing) berdasarkan fakta-fakta dan aturan dengan  menggunakan metode heuristik, dll
  • Pencocokan Pola (Pattern Matching) Berusaha  untuk menjelaskan obyek, kejadian (events) atau  proses, dalam hubungan logik atau komputasional

berikut beberapa contoh aplikasi kecerdasan buatan:

http://www.youtube.com/watch?v=wumQfeE94cQ

sumber : GIYF, Wikipedia, aima.cs.berkeley.edu

http://socs.binus.ac.id/2012/03/02/a-little-brief-about-artificial-intelligence/



Read More | Respon : 0 komentar

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :